Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Maret 2013

CERPEN : the meaning of a smile and tears

Malam ini aku tak bisa tertidur, fikiranku kacau terbayang-bayang semua tentangnya, aku hanya duduk terdiam memandangi sudut ruang kamarku. Kucoba tuk pejamkan mata agar bisa terlelap dalam mimpi tapi bayangan tentangnya selalu saja menghantui otakku. Kufikir aku telah menyesal telah menyianyiakan seseorang yang berharga dihidupku.

aku dengan bahri hanya berteman biasa, kami berdua sering jalan-jalan kemana saja, sampai pada suatu waktu dia nembak aku dikelas yang sepi hanya kami berdua, dipegangnya tanganku dan berkata, "ririn kamu mau gak jadi cewe aku?" menatapku dengan mata tajam penuh pengharapan, aku yang terkaget menjadi salah tingkah dan tak tau harus berkata apa, barhi kembali bertanya padaku, "rin, kok kamu diem? kamu mau gak jadi cewe aku? mulai dari pertama kita kenal sampai sekarang aku selalu berharap bisa jadi pacar kamu". tiba-tiba tring....tring...tring....bel berbunyi tanda akan dimulainya pelajaran, teman-temanku berdatangan masuk kelas, "huh...untung aja belnya bunyi, aku gak tau harus jawab apa...akh pusing" ucapku dalam hati, dari awal jam pelajaran sampai pulang sekolah aku terus terbayang perkataan bahri yang tadi pagi.

sepulang sekolah aku hanya berjalan sendiri dilorong yang sepi kebetulan rumahku tidak jauh dari sekolah, ditengah ketenangan suasana kudengar suara dari kejauhan memanggil namaku

"rin...ririn...tunggu" panggil bahri berlari dari kejauhan sambil melambaikan tangannya ke arahku
"kenapa kamu, kok lari-lari?" tanyaku dengan jantung berdegup kencang, aku takut bahri akan menanyakan hal yang sama seperti yang tadi pagi dia katakan.
"huh...huh...capek rin" ucap bahri sambil menghembuskan nafasnya secara teratur.
"abisnya kamu sih...kenapa lari-lari gitu? kayak dikejar anjing aja" ucapku menertawakannya.
"gimana rin, pertanyaan aku tadi pagi?" tanya bahri kembali menatapku
"mmm...gimana yah....? nanti aja deh aku jawab, aku mau mikir dulu okey bye" jawabku memukul pundaknya.

Saat malam tiba aku mulai beranjak menuju tempat pembaringanku yang begitu nyaman, tiba-tiba ponselku berbunyi 1 pesan baru dari bahri, aku segera membacanya dalam hati "rin...bidadariku yang cantik, good night yah have a nice dream, aku mohon agar kamu bisa menjawab pertanyaanku secepatnya", isi pesan singkat yang dikirimkan bahri kepadaku.

2 hari kemudian aku dan bahri resmi pacaran, hari-hari bahagia kulalui dengannya, suka duka selalu kami jalani berdua. tapi ketika hubungan kami telah berjalan 2 bulan, aku merasakan ada yang bahri sembunyikan dariku, kini dia selalu menghindar dariku, kalo dia janji padaku dia selalu ingkar, telat datangnya bahkan kadang juga dia gak bisa datang dengan beribu alasan yang tidak masuk akal, tapi saat itu aku masih berfikiran positif karena aku gak mau bertengkar gara-gara masalah kecil.

Minggu pagi aku berniat mengajak bahri jalan-jalan ke pantai karena aku juga gerah dengan tugas-tugas sekolah yang numpuk, aku pun segera menelfon bahri tapi gak tau kenapa telfonku gak diangkat-angkat. Entah apa karena aku emosi atau lagi bete ama dia sampai-sampai aku mengirimkan dia pesan singkat yang isinya "kamu kenapa sih? Ditelfon gak diangkat, di sms gak dibales ...kalo kamu udah gak ada waktu buat merhatiin aku yaudah kita putus aja...maaf kalo smsku ganggu, kamu gak usah balas yah sms aku".

1 minggu kemudian dia nelfon aku, dia minta maaf atas semua kesalahan yang dia lakukan, tapi karena aku emosi dan lagi badmood, aku gak mau maafin dia. Selang beberapa jam ponselku berdering, aku gak tau itu telfon dari siapa karena nomornya belum tersave dikontakku, kuangkat telfon tersebut

"maaf ini siapa yah?" tanyaku penasaran
"ini benar dengan nak ririn?" kata orang tersebut
"iya...saya sendiri, emang ini dengan siapa?" tanyaku lagi kepada orang tersebut
"ini mamanya bahri nak, bahri bilang dia minta maaf atas semua kesalahannya kepada kamu nak" ucap mama bahri yang nampaknya sangat cemas
"maaf tante, tapi bahri udah ngecewain aku untuk kesekian kalinya, dan aku tidak bisa diperlakukan seperti ini terus, sekali lagi maaf tante" ucapku meneteskan air mata
"tapi bahri, bahri bilang sama tante kamu harus maafin dia nak sebelum dia pergi untuk selamanya, dia mau maaf dari kamu" kata mama bahri yang suaranya serak, sepertinya dia menangis
"maksud tante apa? Untuk yang terakhir apa tante?" tanyaku khawatir
"bahri di diagnosa oleh dokter menderita penyakit kanker otak stadium 4" balas mamanya bahri menjelaskan semua yang terjadi
"gak mungkin...gak mungkin!!!tante pasti bohong" ucapku tak henti meneteskan air mata.
"sekarang bahri ada dirumah sakit, kata dokter hidupnya tidak lama lagi" ucap mamanya bahri semakin menangis

Aku menangis dan menjatuhkan ponselku, aku merasa bersalah ama bahri segera ku hapus air mataku dan bergegas kumenemui bahri dirumah sakit, setibanya dirumah sakit kulihat sekujur tubuh yang telah ditutupi kain putih yang bersih, butiran air mataku semakin deras membasahi pipiku, dalam hatiku sangat teramat menyesal melakukan hal yang begitu bodoh. Ketika mataku mulai sembab gara-gara nangis, tiba-tiba seseorang memukul pundakku dari belakang, seorang wanita paruh baya tapi aku tak tau siapa dia, kucoba bertanya kepadanya

"maaf tante siapa yah?"tanyaku dengan air mata yang masih menetes
"seharusnya tante yang nanya, kamu siapa? Kamu apanya rendy?" tanya wanita tersebut kepadaku
"maaf rendy siapa yah tante?" kembaliku bertanya aku heran mendengar perkataan wanita itu
"ini anak saya rendy, yang meninggal karna penyakit jantung" ucap wanita tersebut
"apa?" kuterkaget dan langsung membuka balutan kain putih tersebut, aku kaget ternyata orang aku tangisi bukan bahri
"maaf tante, aku kira ini keluarga aku yang menderita penyakit kanker otak" ucapku tertunduk malu menghapus air mataku
"iya gapapa nak" ucap wanita tersebut tersenyum padaku

Aku berjalan keluar mengusap pipiku yang masih basah, dari kejauhan kulihat seorang laki-laki terduduk lemah diatas kursi roda, kurasa aku mengenalnya, yah dia adalah bahri, aku menagis berjalan menghampirinya dan ketika aku berada didepannya, kujatuhkan lututku dan kupegang tangannya yang hangat

"maafin aku" ucapku meneteskan air mata
"minta maaf untuk apa? Seharusnya aku yang minta maaf karena gak bisa bahagiain kamu" ucapnya lemah memegang pipiku
"maafin aku...selama ini aku selalu menekan kamu, maksa-maksa kamu buat lakuin apa yang aku mau" jawabku lagi pasrah menundukkan kepalaku
"udah...ini semua salah aku rin, aku sayang banget ama kamu, aku gak mau kamu ninggalin aku...tapi apa dayaku, hidupku tak lama lagi dan aku mau disisa hidupku bahagia bersamamu" ucapnya kembali tersenyum menghapus air mata yang jatuh dipipiku, aku tersenyum dan langsung beranjak memeluk tubuhnya yang hangat, tiba-tiba dia menjerit kesakitan kulihat dia memegang ubun-ubunnya, aku sangat khawatir berlari kesana kemari meminta bantuan, dan akhirnya kutemui seorang dokter dan kuberitakan yang terjadi pada bahri, kami pun segera berlari ketempat bahri berada.

Selang beberapa jam aku baru dibolehkan masuk menjenguk bahri, kupandangi tubuh lemah yang terbaring tak sadarkan diri, kusentuh wajahnya yang pucat, kupegangi tangannya yang semakin panas,
"maafin aku...aku gak mau liat kamu sakit...aku mau kamu temani aku selamanya" ucapku dalam hati

2 minggu kemudian

pagi yang cerah aku duduk termenung sendiri didalam kelas yang sepi, aku terbayang masa ketika bahri menyatakan cintanya padaku, tak sadar air mataku menetes. Tiba-tiba...aku dikagetkan dengan sentuhan lembut yang ternyata itu adalah bahri,
"pagi-pagi udah ngelamunin apaan?" tanya bahri yang nampak terlihat sehat
"kok kamu disini, bukannya kamu harus istirahat" aku heran melihatnya
"haha...gini sayang, 1 minggu yang lalu aku dioperasi, aku dan mamaku sengaja ngerahasiain ini ke kamu supaya kamu gak khawatir, 5 hari sesudahnya aku lakuin pemulihannya dirumah aja dan alhamdulillah aku udah bisa kayak dulu lagi" ucapnya tersenyum, aku yang bahagia langsung memeluknya, "aku sayang ama kamu, aku gak mau kamu ninggalin aku" ucapku bahagia
"aku juga sayang, aku sayang ama kamu"

Tring...Tring...tring...bel berbunyi tanda akan dimulainya pelajaran, teman-teman yang lain mulai berdatangan.

Sejak saat itu gak ada lagi pertengkaran diantara mereka, mereka sekarang lebih memaknai arti cinta setelah kejadian ini. malahan mereka terpilih jadi best couple disekolah mereka.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Selasa, 19 Februari 2013

CERPEN : mawar maya untuk brenda

assalamu alaikum..
kali ini gue mau share lagi sebuah cerpen romantis .langsung aja nih..

MAWAR MAYA UNTUK BRENDA

penulis : nurindah sari

sepulang sekolah brenda langsung pulang kerumahnya karena hari ini kedua orang tuanya akan pindah di bandung, brenda sedih harus pindah sekolah dan harus meninggalkan teman-temannya tak terkecuali sahabat dekatnya yeyen. "yen, papa gue pindah tugas dibandung jadi gue sekeluarga harus pindah disana, gue sedih banget harus berpisah dengan lo" ucap brenda merangkul yeyen, "kok lo gak pernah cerita ama gue kalo lo mau pindah", tanya yeyen sedih "itu dia yen, papa gue baru ditelfon ama atasannya tadi malam terus papa gue baru bilang tadi pagi" jawab brenda sambil memegang tangan yeyen, "bren, kalo lo pergi gue kesekolah ama siapa donk? gue curhat ama siapa lagi? "balas yeyen, "maafin gue yen" jawab brenda. setelah beberapa menit berjalan mereka pun sampai didepan rumah brenda, "yen, gue duluan yah soalnya gue mau packing barang-barang gue", ucap brenda memeluk yeyen, "lo hati-hati yah bren jangan pernah lupain gue" balas yeyen memeluk erat brenda.

malam harinya hujan turun begitu deras, brenda memandangi setiap sudut rumahnya, tidak lama lagi dia akan meninggalkan rumahnya. "brenda, ayo sini sayang!kita akan segera berangkat" ajak mama brenda, "iya ma bentar" jawab brenda. dia pun berlari menuju garasi tempat mobilnya diparkir, "selamat tinggal semua" ucap brenda dalam hati.

keesokan harinya, brenda dan keluarga akhirnya sampai dirumah barunya, rumah itu cukup besar. "sayang, kamar kamu yang diatas yah dekat tangga kalo mama dengan papa dibawah aja" ucap papa brenda, brenda hanya menanggukan kepala sambil menarik kopernya. setelah menaiki tangga tibalah brenda dikamar yang papanya maksud, brenda membuka pintunya "bersih juga nih kamar" ucap brenda, dia langsung merebahkan badannya dikasur, tak tersadar dia pun tertidur.

dimalam pertama brenda bermimpi, dia sedang duduk diteras belakang tiba-tiba dia dikagetkan dengan pukulan lembut seorang cowo, "eh kamu siapa?" tanya brenda bingung, "aku riko, kamu siapa?" tanya riko, "aku brenda, emang kamu ngapain dirumah aku?" tanya brenda penasaran, "engga, aku cuma main aja soalnya aku denger dari mamaku katanya ada tetangga baru" balas riko tersenyum, "oh..kamu anak tetangga sebelah?" balas brenda sambil mengangkat cangkir tehnya, "iya" ucap riko kemudian riko pun pergi meninggalkan brenda tanpa pamit, brenda heran melihat kelakuannya, brenda segera menuju kekamarnya dan betapa terkejutnya dia ketika melihat sekuntum bunga mawar diatas meja belajarnya, "ini bunga siapa?" tanya brenda dalam hati, brenda akhirnya menyelipkan bunga mawar itu dibuku diary-nya.

ke-esokan harinya brenda bangun kesiangan, "hooaaammm...ternyata gue mimpi tadi malam, riko tuh gak ada", brenda pun segera mandi dan sarapan setelah itu dia kembali lagi kekamarnya. tak sengaja brenda melihat buku diary-nya, dia terkanget dan merasa aneh ketika melihat bunga yang di mimpinya nyata ada didepan matanya. "loh kok ini bunga ada disini? kan tadi malam gue cuma mimpi...aneh".

malam kedua brenda kembali mimpi bertemu riko diteras belakang rumahnya, "eh...riko! kamu tuh sebenarnya siapa sih?dan kamu tau gak tentang bunga mawar yang ada dalam kamar gue?" tanya brenda sedikit kesal, "aku beneran riko, tetangga kamu! mawar itu dari aku bren karna jujur aku suka sama kamu". seketika suasana menjadi tenang, mereka berdua diam dan saling menatap satu sama lain, tak lama kemudian riko melakukan hal yang sama lagi yaitu pergi meninggalkan brenda sendirian tanpa pamit. brenda kemudian berlari menuju kamarnya, lagi-lagi ada bunga mawar diatas meja belajar brenda, diapun menyelipkan bunga tersebut dibuku diarynya.

keesokan harinya brenda bangun cukup pagi, dia langsung membuka buku diary-nya, dia merasa aneh dan berfikir "kenapa bunga ini beneran ada? kan gue cuma mimpi? aneh banget" ucap brenda sambil memandangi kedua bunga tersebut.

malam ketiga, lagi-lagi brenda mengalami mimpi yang sama, dia bertemu riko dan dia menemukan bunga diatas meja belajarnya, brenda sangat penasaran dengan kejadian itu.

keesokan harinya brenda terbangun dan langsung membuka buku diary-nya, dipandanginya ke-3 mawar tesebut "aneh banget, kayaknya gue harus cari tau deh tentang semua ini". akhirnya brenda berlari menuju teras belakang dia berharap riko akan datang menemuinya, tetapi brenda hanya menjumpai teras belakang yang sepi dihiasi dedaunan yang gugur. brenda pun langsung menuju kerumah sebelah, "tok...tok...tok..." brenda mengetuk pintu, tak lama kemudian pintu tersebut dibuka oleh seorang wanita paruh baya "maaf, cari siapa yah?" tanya wanita tersebut, "riko-nya ada tante?" tanya brenda tersenyum, "ayo masuk dulu atuh" ajak wanita tersebut, "makasih tante, riko-nya ada" tanya brenda mulai ketakutan, "yang kamu cari tuh riko siapa? disini gak ada yang namanya riko" jawab wanita itu, "gini loh tante, aku ketemu riko dihalaman belakang rumah baruku, terus dia bilang katanya dia tetangga sebelah" brenda menjelaskan semuanya. anehnya wanita itu nampak terkejut mendengar cerita brenda, air mata wanita itu mulai menetes, " tante kenapa?kok nangis?" tanya brenda sambil mengusap punggung wanita tersebut. "nak kamu jangan kaget yah, sebenarnya riko itu pemilik rumah yang sekarang kamu tinggali, dulu dia begitu menyukai maya, anak tante. tapi maya hanya menganggap riko sebagai teman karena maya telah memiliki kekasih, riko sudah meninggal beberapa bulan yang lalu, karena waktu dia ingin menjemput maya pulang kuliah, dia mengalami kecelakaan, maya begitu terpukul dengan kejadian itu, maya pun langsung menuju tempat dimana riko kecelakaan, saat maya melihat jasad riko, maya menemukan 3 tangkai bunga mawar dan sebuah surat yang berisi "jujur aku cinta padamu, walaupun aku gak bisa memilikimu, aku akan tetap menjagamu", maya semakin menyesal karena dia tidak pernah memberikan riko kesempatan, dan akhirnya maya memutuskan untuk pindah kuliah dijakarta agar dia bisa melupakan riko. "tante maafin brenda yah, udah bikin tante sedih", ucap brenda menunduk, "udah gak apa-apa kok, eh tante sampai lupa bikinin kamu minum", brenda menolak "eh gak usah tante aku tadi disuruh mama bersihin halaman belakang rumah, aku pamit dulu yah tante", wanita tersebut hanya tersenyum.

setelah brenda sampai dirumahnya, dia langsung berlari menuju kamarnya, dia mencari buky diary-nya tetapi dia tidak menemukannya, brenda terus-menerus mencari tetapi dia tidak menemukannya, "ma...mama liat buku diary aku gak yang warna pink?" tanya brenda kepada mamanya, "kamu tuh memang pelupa, kan kamu naruh bukunya di teras belakang, tadi mama liat disana" jawab mama brenda. dia jadi tambah bingung mengapa buku diary-nya bisa ada di teras belakang. "kok buku gue bisa ada disini yah?, brenda membuka buku diary-nya betapa terkejut dia ketika melihat selembar surat diatas 3 tangkai bunga mawarnya, "jujur aku cinta padamu, walaupun aku tidak bisa memilikimu, aku akan tetap menjagamu". surat tersebut isinya sama persis dengan surat maya yang diceritakan wanita paruh baya tadi.

"brenda sayang, ayo masuk diluar dingin ntar masuk angin" teriak mama brenda, "iya mah" balas brenda. brenda pun melangkahkan kaki menuju kamarnya, brenda duduk dikursi belajarnya, tak henti dia membaca surat tersebut sambil memandangi ke-3 mawar pemberian riko, sampai akhurnya brenda pun mengantuk, dia bergegas merebahkan badan ke tempat pembaringannya.

lagi-lagi dia bermimpi bertemu riko, "riko...aku udah tau semuanya tentang kamu, mamanya maya udah cerita semua ke aku" ucap brenda, "yah..ginilah bren keadaan aku, aku gak pernah diterima ama maya sampai akhirnya aku meninggal", balas riko menangis ,"udahlah rik, kamu jangan sedih, terus kamu ngasih mawar ke aku maksudnya apq?" tanya brenda penasaran, riko memegang tangan brenda dan berkata "kamu cewe pertama yang bisa buat aku lupa sama maya, tapi dunia kita berbeda bren, aku gak mungkin bersatu dengan kamu, aku hanya bisa menjagamu", brenda menghapus air mata riko "riko...aku bahagia kok bisa kenal sama kamu, tapi aku yakin kamu bisa dapat yang lebih baik dialam sana dan itu bukan aku" ucap brenda tersenyum, "tapi yakin bren aku bakal menjaga kamu terus", balas riko, "aku tau itu kok, makasih yah rik" riko hanya tersenyum, dan pergi meninggalkan brenda, perlahan bayangan riko mulai menghilang ditengah tebalnya kabut.

pagi yang cerah, kicauan burung yang bernyanyi ria membangunkan brenda dari tidurnya, brenda bermaksud ingin menempel surat dan bunga mawar pemverian riko di dinding kamarnya, tapi ketika dia membuka buku diary-nya mawar dan surat itu sudah tidak ada, yang brenda temukan hanya tulisan I love u, brenda tersenyum dan meneteskan air mata, dia tau bahwa itu adalah riko.

--TAMAT--

walaupun gak sedih-sedih banget ceritanya tapi romantis loh...

Published with Blogger-droid v2.0.10

Sabtu, 16 Februari 2013

CERPEN : BROKEN HOME

assalamu alaikum...

gue mau share sebuah cerpen yang gue ambil dari kisah nyata..

penulis : nur indah sari

malam itu fikiran dea sangat kacau, lagi-lagi dia harus mendengar kedua orang tuanya bertengkar, pengaruh dari orang tuanya yang sering bertengkar membuat dea jadi anak yang pembangkang, dea berlari menuruni tangga dan menghampiri kedua orang tuanya,"kalian ini apa-apan sih, bertengkar mulu...gak ada kerjaan lain apa?gue pusing tau ngedengernya akh" bentak dea kepada orang tuanya."dasar kamu anak kurang aja" bentak papanya yang hampir saja menamparnya," lu tuh kalo jadi bapak kerjanya cari duit bukannya malah main perempuan", balas dea dengan suara yang lebih keras," anak kurang ajar" menampar pipi dea," tampar...tampar...kalo perlu bunuh aja gue supaya lu tuh puas!!!, jawab dea meneteskan air mata, dea lalu memegang tangan mamanya dan berkata" ma, sabar yah orang seperti dia gak pantes untuk ditangisi, ayo ma masuk kamar aja istirahat" dea pun menuntun mamanya menuju ke kamarnya.

ke esokan harinya, dea terbangun karena mendengar orang tuanya bertengkar lagi,"uh...bertengkar lagi", ucap dea kesal. akhirnya dea memutuskan untuk sementara meninggalkan rumah dan tinggal dirumah neneknya.

1 minggu kemudian

pagi itu hujan terus menerus turun, dea hanya duduk termenung mengkhawatirkan nasib mamanya. tiba-tiba ponsel dea berdering, telfon dari mamanya segera dia angkat...

dea : halo ma
ibu dea : halo, kamu dimana nak?
dea : aku dirumah nenek ma
ibu dea : mama khawatir sama kamu nak.
dea : udah ma gak usah khawatir, aku baik-baik aja kok disini, aku cuma mau tenangin fikiran aku ma
ibu dea : mama minta maaf nak, gara-gara mama kamu harus pusing mikirin semua
dea : ini bukan salah mama kok, ini semua salah papa, papa gak pernah peduli ama dea.
ibu dea : udahlah nak, ini semua sudah takdir, kamu pulang yah nak?
dea : ma, dea minta maaf karena dea belum bisa pulang, dea masih pusing ama kelakuan papa.

telepon tiba-tiba terputus, dea mengira ibunya marah padanya. dea terus menelfon ibunya tetapi tidak ada jawaban,"mama pasti marah...angkat donk ma" ucap dea!!! tidak lama kemudian pembantu dea menelfon...

dea : iya halo
bibi : halo non dea
dea : iya kenapa bi?
bibi : nyonya non...
dea : ada apa dengan mama?
bibi : jantungnya kambuh non...cepetan pulang, tuan gak ada dirumah.
dea : apa....?iya bi aku segera kesana, bibi segera bawa mama kerumah sakit!!!ucap dea khawatir.
bibi : baik non...

dalam perjalanan menuju rumah sakit dea begitu khawatir, dia tak mampu membendung air matanya," pak, cepetan dikit yah?" supir taxi menjawab," baik non". sesampainya dirumah sakit dea berlari sekencang mungkin hingga diapun tiba di ruang UGD,"ma, maafin dea...ini semua salah dea!!seandainya tadi dea mau pulang, pasti mama gak bakalan kayak gini" ucap dea dalam hati sambil meneteskan air matanya tanpa henti. dokterpun keluar dari ruang perawatan,"keluarga dari ibu musdalifah?" tanya dokter, dea langsung berlari kearah dokter,"dok saya anaknya,gimana keadaan mama saya?" tanya dea panik, "ibu anda dalam keadaan kritis, ini disebabkan karna tekanan-takanan orang disekitarnya!", jawab dokter. air mata dea semakin terkuras," ya allah, tolong berikanlah kekuatan pada mama agar bisa melewati masa kritisnya", pinta dea dalam hati.

setelah beberapa hari dirawat, ibu dea pun sudah agak baikan, dea begitu senang, dipegangnya tangan ibunya dan berkata...

dea : ma, mama cepat sembub yah...cuma mama satu-satunya orang yang sayang sama dea.
ibu dea : nak, mana papa kamu?
dea : ma, ngapain sih mama cari dia? dia gak pernah peduli ama keadaan kita.
ibu dea : kamu jangan begitu nak, bagaimana pun dia ayah kamu.
dea : udah yah ma, istirahat aja gak usah banyak fikiran.
ibu dea : nak, kalo misalnya mama udah gak ada, mama mau lihat kamu jadi anak yang baik, jadi anak yang sukses...yah!!!
dea : ihh mama kok ngomong gitu, apa-apaan sih? udah...mama istirahat aja yah?

karena ngantuk dea pun tertidur, keesokan harinya ponsel dea berbunyi, telfon dari vany sepupunya, dea segera mengangkatnya

dea : iya halo van!!!
vany : eh lu udah tau belom kabar terhot pagi ini?
dea : apaan sih, gue lagi di rumah sakit nih nemenin mama, ehh elu malah nawarin gosip.
vany : yah tapi lu harus tau de..
dea : emangnya apaan sih?tanya dea cuek..
vany : papa lu kawin lagi...
dea : apa?lu jangan bercanda deh
vany : yaelah..kalo lu gak percaya, sekarang lu pulang kerumah lu..
dea : oke gue segera kesana..

sesampainya dirumah, dea benar-benar tertusuk sembilu melihat papanya menikah dengan wanita lain, dea segera lari menghampiri papanya," he...apa-apaan lu?mama lagi sakit kok lu malah senang-senang," bentak dea di depan banyak orang,"alah...so baik lu, mama lu tuh udah kagak ada gunanya lagi", balas papa dea. " bubar semua...bubar"teriak dea, suasana pun mulai hening,"lu tuh cewe gatel yah?emang udah ada apa cowo yang mau ama lu sampe-sampe suaminya orang lu embat juga" bentak dea didepan istri baru papanya, "okey sekarang terserah lu mau apa, pokoknya lu jangan balik lagi ama mama kalo lu sengsara" tambah dea. ponsel dea berdering, telfon dari pihak rumah sakit"kondisi ibu anda sedang drop" kata dokter "apa..?baik aku segera kesana", dea pun segera menuju rumah sakit.

1 tahun kemudian dea telah wisuda, diapun telah diterima sebagai manager disebuah perusahaan, hidupnya makmur bersama mamanya. sampai suatu waktu dia melihat papanya berjalan dipinggir jalan dengan pakaian yang kumuh, sekarang papanya jadi gembel karena ditinggal oleh istrinya, semua hartanya telah dikuras oleh wanita tersebut. dea awalnya tidak merasa kasihan melihat papanya, dia mempercepat laju mobilnya jauh melewati papanya tapi dea ingat perkataan mamanya " kamu harus jadi anak yang baik, jadi anak yang sukses!!", dea pun memutar balik mobilnya dan mendekati papanya." pa..." sapa dea sambil memukul pundak ayahnya ", " dea...anakku!!!maafin papa nak selama ini papa telah dibutakan oleh hidup", sambil menangis memegang tangan dea..."pa, udahlah lupain semuanya, ikut dea pa kerumah" ajak dea sambil memeluk ayahnya. akhirnya keluarga dea hidup bahagia.

SELESAI.